Kemarin adalah
hari yang paling berat gue jalanin. Gue dihadapkan oleh 2 pilihan yang bener
bener harus dipikirkan sebelum memilih. Memilih antara kuliah selama 3,5 tahun
atau 4 tahun. Awalnya gue tidak memilih seminar untuk semester 6 nanti. Di mana
seminar itu adalah praskripsi dan tidak bisa diubah pada saat skripsi. 3 bab
pada seminar ini juga membutuhkan Riset. Gue tidak memilih seminar karena pada semester 6 nanti gue juga harus
melaksanakan KKP (Kuliah Kerja Praktek) yang pasti bakalan ribet dong ya nyusun
laporan KKP + ngurusin seminar pula.
Sebelum menyusun
laporan KKP, para mahasiswa diharuskan melaksanakan magang terlebih dahulu di
sebuah perusahaan yang bersangkutan dengan jurusan masing-masing (iyalah
namanya juga Kuliah Kerja Praktek). KKP ini bisa berkelompok yang terdiri dari
2-3 orang, bisa juga sendiri. Karena gue kemana-kemana selalu ber 4 barengan
sohib gue yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mel, Ira, dan Windri. Tapi kita
gak bisa satu kelompok dalam nyusun KKP karena 1 kelompok paling banyak 3
orang. Akhirnya Windri ngalah karena doi selama semester 5 ini magang di salah
satu perusahaan televisi swasta dan dia dengan berbesar hati mau nyusun laporan
KKP sendirian. Akhirnya gue, mel, dan ira magang bertiga di perusahaan Korea. Rencananya
kita magang itu pas selesai uas selama sebulan. Ternyata ada kesalahpahaman
antara pihak perusahaan yang menetetapkan kita magang pada tanggal 2 Januari
2012 sedangkan tanggal segitu kita belum mulai UAS. Yaudahlah gapapa, diterima
magang aja udah syukur. Nanti juga bisa ijin kalo magangnya bentrok sama jadwal UAS.
Setelah dipikir-pikir
kita magang aja cuma sebulan dan itu juga belum libur kuliahnya berarti masih
ada sisa sebulan lagi untuk libur + nyusun laporan KKP. Jadi kita ber 3
memutuskan untuk nambah seminar di semester 6. Si windri gak mau nambah seminar
karena dia nyusun laporan KKP sendirian dan dia bilang sih takut keteteran. Mel
juga masih galau. Gue dan ira yang optimis untuk nambah seminar di semester
besok. Gue mikirnya gue pengen cepet-cepet kelar kuliah.
Setelah magang
selesai dan laporan KKP udah hampir 80% jadi, kita langsung hubungin dosen PA
(Pembimbing Akademik) masing-masing. Nah ini nih yang bikin gue stres dan
depresi. Dosen gue itu kan Kaprodi, jadi lumayan susah dihubunginnya dan kalau
mau ketemu ya harus bikin janji dulu sama doi. Gue smsin gak di bales, gue
telpon juga gak diangkat. Stres banget gue. Akhirnya gue nekat nyamperin doi ke
kampus dan ternyata doi lagi sibuk ngurus sidang dan baru selesai jam 6 sore
sedangkan pada saat itu baru jam 11 siang itupun jam 6 belum tentu dia ada
waktu untuk ngelayanin mahasiswanya. Mana jadwal gue beda sendiri sama
anak-anak. Makin streslah gue dengan jadwal yang acak-acakan kaya gitu ditambah
susah pulak buat ketemu dosen PA gue.
Kata petugas
sekretariat lewat sms aja nyusun jadwalnya. Jadi gue tinggal smsin jadwal yang
gue mau ke PA gue nanti tinggal disusun sama si dosen karena yang bersangkutan
sedang sibuk banget. Akhirnya gue memutuskan untuk pulang dengan perasaan yang
berkecamuk dan langsung sms PA gue itu. Guejuga terus berhubungan sama Mel dan
Ira via sms mengenai seminar ini. Sumpah gue butuh banget konsultasi dengan
dosen PA gue. PA ira dan mel bilang kelamaan kalau ngambil seminar semester 7. Gue
juga udah yakin banget mau ngambil seminar di semester 6.
Waktu terus
bergulir, siang berganti jadi malam. Akhirnya gue dapet balesan sms dari PA gue
yang isinya “Semiotika dan Prod Berita
sudah sesuai keinginan, seminar tidak bisa digabung” gue kaget kenapa gue gak
bisa ambil seminar sedangkan temen temen gue yang lain bisa. Gue bales smsnya
kenapa gue gak bisa ambil seminar dan dia bales “KKP dan Seminar rasanya sulit
bila digabungkan dengan 6 matakuliah”. Gue langsung lemes, gue bingung
dihadapkan dengan 2 pilihan kaya gitu. Ini adalah galau terberat yang pernah
gue rasain semenjak hidup. Gue tanya Ira, dia tetep fix ambil seminar. Gue tanya
mel, dia masih galau.
Gue bales
lagi sms PA gue “tapi laporan KKP saya sudah hampir 80% selesai dan saya juga
sudah melaksanakan magang, apa gak kelamaan kalau saya ngambil seminar semester
7?” langsunglah dia memberikan pencerahan ke gue sampai akhirnya dia mengatakan
“Kuliah bukan masalah waktu, kuliah adalah INVESTASI, kembali ke anda”. Yaudah gue
memutuskan untuk kuliah 4 tahun dan seminar di semester 7. Gue kasih tau si
mel. Dia dari awal emang ragu kalau ngambil seminar semester 6. Ira tetep fix
seminar di semster 6. Windri dari awal emang gak mau seminar di semester 6. Akhirnya
selesai juga masa masa tegang gue tapi tetep aja jadwal gue acak-acakan dan
beda sama yang lain karena semua kelompok sudah penuh.
![]() |
Jadwal kuliah
semester 6
|
Gue
heran, tiap semester selalu dipersulit prosesnya. Padahal nyokap gue gak pernah
telat bayar uang semester yang mahalnya naujubileh. Ada aja yang kacau. Jadwal yang
berubah-ubah sendiri, gak bisa ngentry. Gue cuma berdoa sama yang Maha Kuasa
semoga gue dan temen temen gue yang lain diberikan kemudahan dan kelancaran
dalam menuntut ilmu. Amiiiin.
cheers
Lussy

